Fotografi Dasar 1

Jan 24

Tulisan ini akan memberikan pengetahuan dasar mengenai pemotretan dan membantu Anda untuk memahami pengaturan shutter speed & aperture dan pengaruhnya pada foto yang Anda dapatkan. Setelah membaca & mempraktekkan latihan-latihan dalam biku ini buku ini, Anda akan mampu menghasilkan foto yang cerah, tajam, & jernih pada berbagai kondisi. Yang Anda perlukan adalah:

1. Kamera dengan kemampuan Manual & Priority Setting (P, A, S, M)

2. Buku petunjuk penggunaan kamera (Manual/ Camera user’s Guide)

3. Latihan & kreativitas

Selamat berlatih & semoga bermanfaat

PRAKTEK

Latihan-latihan yang termuat dalam tulisan ini bertujuan untuk memberikan Anda pemahaman tentang pengaruh perbedaan setting shutter speed & aperture terhadap foto yang dihasilkan. Kamera digital memberikan keuntungan besar karena Anda dapat segera melihat hasilnya setelah pemotretan, jadi sebaiknya Anda melakukan semua latihan yang diperlukan. Jangan takut untuk mencoba berbagai setting, lakukan praktek sebanyak-banyaknya. Download foto yang Anda hasilkan, lalu copy & paste ke halaman yang tersedia sebagai referensi untuk Anda sendiri.

Karena tulisan ini berfokus pada shutter speed dan aperture, ada baiknya Anda memastikan setting yang lain tidak berubah. Untuk mudahnya, kecuali dinyatakan lain, pastikan saja setting yang lain berada pada posisi berikut:

ISO setting 200

White balance Sunny/ Daylight

Focus mode Auto

Metering mode Centre weighted

Keuntungan dari kamera digital adalah bahwa gambar yang dihasilkan selalu memiliki data EXIF (EXposure InFormation). Data ini dapat Anda gunakan untuk belajar. Dalam data ini terkandung banyak informasi, termasuk data alat yang digunakan, mode pemotretan, metering, dsb. Yang penting untuk Anda ketahui dalam praktek ini adalah, bagaimana Anda dapat mereview gambar dalam kamera dan melihat data-data:

1. ISO

2. Shutter speed

3. Aperture

INFORMASI DASAR

Fotografi berasal dari kata photos (cahaya) dan graphy (gambar), jadi fotografi berarti menggambar dengan cahaya. Kunci untuk menghasilkan foto yang bagus adalah kemampuan untuk memahami & memanfaatkan cahaya yang ada – atau dengan bantuan alat pencahayaan (lighting) – sehingga diperoleh foto yang cerah, tajam & jernih.

Cerah (contrast) – jelas perbedaan antara warna-warna dan elemen-elemen dalam foto

Tajam (sharp) – fokus, garis-garis batas dan detil obyek terekam dengan baik

Jernih (clear) – tidak terganggu oleh noise atau artefak, baik akibat debu pada harware ataupun keterbatasan proses

Kamera digital memiliki 3 cara untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor:

1. Kecepatan (shutter speed)

2. Bukaan lensa (aperture)

3. Kepekaan (ISO)

Sebuah foto yang bagus akan dihasilkan jika sensor memperoleh cukup cahaya untuk mereproduksi gambar. Kombinasi ISO, shutter speed & aperture akan menentukan banyaknya cahaya yang sampai ke sensor. Artinya, ada berbagai kemungkinan untuk memperoleh cahaya yang mencukupi. Sebagai patokan dasar, berikut ini adalah setting shutter speed dan aperture yang digunakan untuk pemotretan di luar ruangan (ruang terbuka) pada tengah hari yang cerah

ISO  200

Speed  250 (lama bukaan 1/250 s)

Aperture  f/16

Setting ini dikenal dengan istilah BDE = Bright Daylight Exposure

Kombinasi lain yang mungkin digunakan untuk memperoleh cahaya yang sama pada sensor:

ISO 100 100 200 200 400 800
Speed 125 250 250 500 500 500
Aperture 16 11 16 11 16 22

Untuk kondisi pagi hari yang cerah, kombinasi berikut dapat digunakan:

ISO 100 100 200 200 400 800
Speed 125 250 250 125 250 500
Aperture 8 5.6 8 11 11 11

Pada kamera digital poket (non DSLR) yang memiliki sensor kecil, perlu  ada tindakan untuk menghindari noise yang berlebihan, oleh karena itu pemakaian ISO terbatas pada setting 50, 100, 200 dan 400. Efek paling jelas dari perubahan ISO adalah besarnya grain dan timbulnya noise.

Panduan singkat ini hanya akan membahas pengaturan setting kecepatan & bukaan lensa.  Walau demikian, Anda dapat juga memanfaatkan buku ini untuk memahami pengaruh ISO dengan melakukan latihan-latihan yang tersedia pada setting ISO yang berbeda.

*) ISO adalah singkatan dari International Standards Organization, organisasi dunia yang menetapkan angka-angka pada film berdasarkan kepekaannya terhadap cahaya. ASA adalah singkatan dari American Standards Association, organisasi yang menetapkan standar di Amerika Serikat. Walaupun organisasi ini sudah berubah nama, namun singkatan ASA masih sering dipakai untuk menyatakan kepekaan film. ISO dan ASA mengacu pada besaran yang sama.

bersambung …

468 ad

2 comments

  1. nica info.. boleh nih mampir ke web fotografi kami di
    http://fotografi.unsri.ac.id/

  2. Masih kurang ngerti soal apperture itu mas 🙁

Leave a Reply


SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline