<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Studio Foto Fotografi Tips Foto Kursus Foto Konsultan Komunikasi Marketing Website SEO Desain Grafis Murah Jakarta &#187; Studio Fotografi</title>
	<atom:link href="http://studiofotografi.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://studiofotografi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Oct 2011 04:30:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>TIPS MERAWAT KAMERA DIGITAL ANDA</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/07/tips-foto-merawat-kamera-anda/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/07/tips-foto-merawat-kamera-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 02:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal dengan kamera digital DigiCam? Bagi sebagian besar orang mungkin sudah tak asing atau bahkan sangat membutuhkannya dalam mendukung pekerjaannya sehari-hari, layaknya kebutuhan akan perangkat komunikasi. Walau sudah sangat mahir dalam menjalankan atau mengoperasikannya, namun tak semua dari para pengguna kamera itu mengetahui bagaimana cara merawat kamera dengan benar agar terhindar dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak kenal dengan kamera digital DigiCam? Bagi sebagian besar  orang mungkin sudah tak asing atau bahkan sangat membutuhkannya dalam  mendukung pekerjaannya sehari-hari, layaknya kebutuhan akan perangkat  komunikasi. Walau sudah sangat mahir dalam menjalankan atau  mengoperasikannya, namun tak semua dari para pengguna kamera itu  mengetahui bagaimana cara merawat kamera dengan benar agar terhindar  dari kerusakan dan berumur panjang.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa  tips perawatan kamera, agar kamera bisa berfungsi dengan baik dan  maksimal serta berumur panjang :</p>
<p><strong>Jauhkan dari Kapur Barus</strong><br />
Kapur  barus termasuk benda perusak yang sangat &#8216;ampuh&#8217; terhadap kamera, yang  dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian kamera yang lain, yang berbahan  dasar karet. Pada kamera elektronik, kapur barus bisa merusak jalur pada  PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang  dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahka uap kapur barus itu juga  dapat menodai dan membuat &#8216;flek&#8217; pada lensa.</p>
<p>Sebaiknya, simpanlah  kamera di tempat yang kedap udara, sejuk dan kering. Jika harga lemari  khusus untuk penyimpanan kamera terlalu mahal bagi anda, anda bisa  mencari media penyimpanan alternatif sebagai penggantinya. Seperti  misalnya, anda dapat menyimpan kamera dalam stoples yang tertutup rapat  dan di dalamnya diberi silica gel, untuk menyerap kelembabannya.<span id="more-374"></span></p>
<p>Atau,  anda bisa juga menyimpannya dalam lemari yang telah diatur sirkulasi  udara dan kelembabannya. Caranya, dengan memasang lampu berkekuatan 5  watt dan diletakkan pada jarak kurang lebih 40 cm di atas kamera dan  perlengkapan yang lainnya. Jangan lupa untuk membuka pembungkus kamera  dan membersihkannya dari debu sebelum menyimpannya.</p>
<p>Ingat,  kerusakan kamera yang diakibatkan oleh kapur barus biasanya tak bisa  diperbaiki lagi. Maka, jangan sekali-kali menyimpan kamera di dalam  lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper pengharum  pakaian.</p>
<p><strong>Hindari Kontak Langsung dengan Sinar Matahari</strong><br />
Jagalah  kamera agar jangan sampai terjemur atau terkena cahaya matahari secara  langsung dan berlebihan. Panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian  kamera yang terbuat dari plastik dan karet, serta komponen elektronik  yang lainnya</p>
<p><strong>Jagalah dari Goncangan yang Berlebihan</strong><br />
Jangan  lupa untuk menaruhnya di dalam tas khusus kamera, guna menghindari  guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar  peralatan. Taruhlah kamera di tempat yang aman dan tahan terhadap  guncangan.</p>
<p><strong>Bersihkan Kamera dan Lensa</strong><br />
Sebaiknya kamera  dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk  bagian luar fisik kamera, gunakan lap kering yang bersih dan tak kasar.  Sedangkan untuk bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower  atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Selain blower, juga bisa  digunakan kuas berserabut halus, yang belum pernah dipergunakan pada  benda yang lain.</p>
<p>Untuk membersihkan lensa yang terkena noda,  misalnya terkena jari yang berminyak atau air keringat dari pemakai,  pakailah tissue khusus yang banyak dijual di toko</p>
<p><strong>Hindari  Goresan pada Lensa</strong><br />
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa  mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter  yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (Ultra Violet) atau  filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang  lensa, usahakan selalu memasang &#8216;bodycup&#8217; penutup saat lensa dilepas  dari badan kamera</p>
<p><strong>Hindari Air Laut</strong><br />
Jika anda  menggunakan kamera di pantai, jagalah agar kamera tak terkena air laut  atau bahkan jatuh ke dalamnya. Air laut sangat jahat dan penyebab karat  yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang  lainnya. kecuali yang memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengannya.</p>
<p>Sehabis  digunakan di daerah pantai, pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera  mungkin. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang  menyebabkan karat pada kamera. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera  anda tercebur ke dalam air laut, langsung rendam kamera anda ke dalam  air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan  bekas-bekas air laut.</p>
<p>Proses pengrusakan oleh air laut  berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah tercebur,  sehingga bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin,  kamera yang tercebur ke dalam air laut tak akan bisa diselamatkan.  Setelah dibilas hingga bersih dari air laut, bawa segera ke ahli servis  kamera untuk membersihkannya dan mengeringkan kamera tersebut.</p>
<p><strong>Service  di Tempat Terpercaya atau Resmi</strong><br />
Secara berkala, dalam kurun  waktu tertentu, sebaiknya kamera digital diservis ke tempat khusus,  terpercaya dan malah lebih bagus yang resmi. Jangan tunggu kamera rusak  kemudian baru diservis. Servis yang dimaksud adalah &#8216;servis besar&#8217;, yang  meliputi pembersihan bagian dalam kamera, seperti pembersihan lensa  dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama  kamera.</p>
<p>Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan  bagian dalamnya bila berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering  dibersihkan, dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga  dan merawatnya, sebaiknya jangan disimpan di lemari pakaian anda,  karena hal itu akan berpotensi mengundang jamur yang menempel di lensa  bagian dalam kamera.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/07/tips-foto-merawat-kamera-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS MEMILIH KAMERA DIGITAL</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memilih-kamera-digital/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memilih-kamera-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 13:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Memilih Kamera Digital itu gampang-gampang susah, berikut ini beberapa tips-nya : Sesuaikan keperluan Megapixel Banyak iklan yang mengexpose megapixel, namun banyak juga dari kita tidak mengerti sampai sebesar apa megapixel yang kita butuhkan. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal, namun untuk kualitas gambar, megapixel yang besar tidak menjamin kualitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memilih  Kamera Digital itu gampang-gampang susah, berikut ini beberapa tips-nya  :</p>
<p><strong>Sesuaikan  keperluan Megapixel</strong><br />
Banyak iklan yang mengexpose megapixel, namun banyak juga dari kita  tidak mengerti sampai sebesar apa megapixel yang kita butuhkan. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah  kamera, harganya juga akan semakin mahal, namun untuk kualitas gambar,  megapixel yang besar tidak menjamin kualitas yang baik. Sebuah kamera  digital dengan 2 megapixel sudah cukup untuk foto sehari-hari dan cukup  untuk dilihat di layar komputer dan dicetak sampai dengan ukuran 6R.  Jika anda berencana membeli  kamera dan akan mencetak pada ukuran lebih besar, setidaknya  diperlukan 4 megapixel. Selanjutnya jika masih mau mencetak lebih besar  lagi, maka megapixel yang semakin besar sangat anda butuhkan. Namun jika  dipaksakan, kamera dengan megapixel yang kecil masih bisa mencetak pada  ukuran kertas yang besar, namun kadang-kadang hasilnya akan terlihat  kabur.<span id="more-353"></span></p>
<p><strong>Perhatikan  battery dan chargernya</strong><br />
Jika kamera anda menggunakan battery lithium, pemakaiannya tidak terlalu  memerlukan banyak perhatian, cukup dicharge dan pakai, kalo selesai  dipakai, silahkan di charge lagi. Bebeberapa kamera menggunakan battery  jenis AA. Untuk jenis ini, kita bisa memilik menggunakan battery  Alkaline, atau battery yang bisa diisi ulang. Kami selalu menyarankan  setiap user untuk menggunakan battery jenis isi ulang dibandingkan jenis  Alkaline, memang harga battery isi ulang sedikit lebih mahal  dibandingkan Alkaline, tetapi kemampuanya dipakai beberapa kali (diisi  ulang bisa sampai 500x pemakaian normal), maka harga battery ini akan  menjadi jauh lebih murah. Penjelasan detail tentang battery ini, bisa  dicari di artikel lain pada situs ini. Tetapi harap berhati-hati untuk  tidak membeli battery isi ulang jenis AA yang palsu, karena sekarang  sudah banyak beredar dipasaran.</p>
<p><strong>Optical  Zoom (dan Digital Zoom)</strong><br />
Perbesaran gambar secara optical (ini berbeda dengan digital zoom).  Usahakan kita mendapatkan kamera dengan minimal 2x optical zoom.  Sebagian besar kamera digital mempunyai fasilitas optical zoom, dan ini  sangat berguna buat kepentingan kita mengabil gambar untuk jarak yang  agak jauh dari tempat kita. Jangan terkecoh dengan digital zoom,  rata-rata kamera digital semuanya mempunyai fasilitas digital zoom,  namun hasil perbesaran dengan digital zoom akan mengakibatkan hasil foto  kita jadi pecah dan tidak jelas. Sebaiknya apabila tidak terpaksa,  usahakan untuk selalu menghindari pemakaian digital zoom. Digital zoom  dapat juga di lakukan dengan software di PC.</p>
<p><strong>Fasilitas  Bantuan untuk low-light</strong><br />
Pada kondisi cahaya yang tidak terang, biasanya kamera akan kesulitan  mendapatkan focus sebelum kita shoot object tersebut. Oleh karena itu,  beberapa kamera digital dilengkapi dengan lampu bantuan (bentuknya  bermacam-macam) yang berfungsi untuk membantu pengambilan foto pada  tempat yang kurang cahaya. Ini sangat penting terutama pada pengambilan  foto di dalam ruangan.</p>
<p><strong> Perhatikan Memory Storagenya</strong><br />
Beberapa kamera mempunyai memory internal didalamnya, tetapi biasanya  kapasitasnya tidak terlalu besar. Oleh sebab itu, kita harus memastikan  bahwa kamera digital kita dilengkapi dengan port untuk memory external,  sehingga kita dapat memberikan tambahan memory sesuai dngan kebutuhan  kita. Ada berbagai macam jenis memory yang dapat dipakai pada kamera  digital, jenis dan bentuknya biasanya disesuaikan dengan jenis kamera  digital tersebut. Harganya bervariasi, namun semakin besar kapasitasnya,  maka harganya akan semakin mahal juga. Internal memory yang ada pada  kamera digital bisa anda abaikan bila kamera digital tersebut tidak  memiliki fasilitas tersebut.</p>
<p><strong> Cobalah kamera tersebut sebelum membeli</strong><br />
Kamera digital hampir sama dengan digital media lainnya, biasanya  dilengkapi dengan menu dan tombol-tombol pengontrol untuk disesuaikan  dengan keperluan kita. Beberapa amera memiliki perintah yang mudah  dimengerti dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat  anda simpulkan jika anda sudah mencobanya. Juga perhatikan time delay  dari mulai kita tekan tombol shoot sampai gambar selesai diambil  (shutter lag), kamera tertentu ada yang delaynya sangat lama, tetapi ini  juga berpengaruh dari kondisi ruang dan cahaya tempat kita mencoba  kamera tersebut. Coba juga lensa zoomnya (optical zoom), apakah dapat  digunakan dengan mudah dan cepat. Ketahuilah juga berapa lama waktu yang  harus ditunggu dari mulai menghidupkan kamera sampai kamera siap untuk  digunakan. Jangan lupa mencoba LCD dan viewfindernya.</p>
<p><strong>Cari  tahu informasi sebanyak-banyaknya</strong><br />
Ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan  kekurangan dari kamera yang anda taksir untuk dibeli itu. Bertanya  kepada pakar, atau orang yang sudah pernah menggunakan akan sangat  membantu kita untuk menentukan apakah kamera tersebut layak untuk  dibeli. Beberapa website di internet banyak memberikan review tentang  kamera digital, mulai dari yang mengulas secara global sampai direview  sedetail-detailnya. Tempat diskusi di Internet juga sangat dianjurkan  untuk dijadikan referensi sebelum membeli kamera digital.</p>
<p><strong>Fitur  tambahan</strong><br />
Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur tambahan, salah  satunya yang selalu ada adalah kemampuan untuk merekam gambar bergerak  (video). Pada kamera digital, fitur ini hanyalah sebagai tambahan saja  dan kemampuannya sangat terbatas. Harap anda tidak menentukan keputusan  membeli kamera digital dari kemampuan kamera tersebut untuk merekam  video. Hasil rekaman video dari kamera digital tidak akan bisa maksimal,  kamera digital didesign untuk menghasilakan foto diam secara maksimum.  Jika anda lebih berniat merekam video, sebaiknya dipertimbangkan untuk  membeli handycam atau alat sejenis yang memang dibuat untuk merekam  video.</p>
<p><strong>Pertimbangkan membeli card  reader</strong><br />
Card reader adalah alat tambahan  yang digunakan untuk membaca memory card pada kamera digital. Pada saat  kita membeli kamera digital, pasti sudah disertakan kabel dan driver  untuk mentransfer/memindahkan foto dari kamera ke komputer. Namun jika  kita menggunakan alat yang disebut card reader, maka kita akan menghemat  waktu untuk mentransfer dari kamera ke komputer dan dilakukan dengan  cara yang sangat mudah, selain itu jika kita menggunakan card reader,  maka kamera kita tidak perlu dihidupkan (on) dan akhirnya kita juga bisa  menghemat umur battery kita.</p>
<p>sumber  :<br />
kamera-digital.com</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memilih-kamera-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memotret Dengan Kamera Handphone (2)</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-handphone-2/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-handphone-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 06:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Setting untuk memperoleh hasil terbaik Setelah Anda mengenali fitur-fitur yang ada pada kamera handphone akan lebih banyak kemungkinan untuk memperoleh fhasil yang bagus. Berikut adalah beberapa tips: Gunakan resolusi tertinggi Biasanya kamera handphone memiliki resolusi yang lebih rendah daripada kamera digital. Sebaliknya, kompresi gambar pada kamera handphone lebih ketat daripada kamera digital. Oleh karena itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setting untuk memperoleh hasil terbaik</p>
<p>Setelah Anda mengenali  fitur-fitur yang ada pada kamera handphone akan lebih banyak kemungkinan  untuk memperoleh fhasil yang bagus. Berikut adalah beberapa tips:</p>
<ol> <strong>Gunakan resolusi       tertinggi</strong></ol>
<p>Biasanya kamera  handphone memiliki resolusi yang lebih rendah daripada kamera digital.  Sebaliknya, kompresi gambar pada kamera handphone lebih ketat daripada  kamera digital. Oleh karena itu, untuk memperoleh detil yang bagus dari  foto yang Anda ambil, selalu gunakan resolusi tertinggi. Konsekuensi  dari pilihan ini adalah memory akan habis lebih cepat, jadi  sering-seringlah mendownload foto dari handphone Anda.</p>
<ol> <strong>Gunakan      ISO  rendah</strong></ol>
<p>Penggunaan auto-ISO  akan memungkinkan handphone memilih ISO tinggi. Efek dari ISO tinggi  adalah banyaknya noise pada foto yang dihasilkan. Ini akan merusak detil  dankualitas gambar secara keseluruhan, jadi pastikan Anda memakai ISO  rendah saat memotret.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hAl7O4G5rww/S1fNJ1sP6_I/AAAAAAAAABA/xuPzFdjI2qc/s1600-h/N95+03.jpg"></a></p>
<p><strong>Hasil foto dengan  mode portrait</strong></p>
<ol> <strong>Sesuaikan arah datangnya cahaya</strong></ol>
<p>Kamera handphone tidakmemiliki metering sebaik kamera digital.  Kekuatan flash pada kamera handphone jugaterbatas, jadi sebaiknya Anda  yang menyesuaikan dengan arah datang cahaya. Cari lokasi yang  memunginkan obyek memperoleh pencahayaan dari samping. Jangan  sekali-sekali menentang arah datangnya cahaya (<em>backlit</em>),  kecuali jika Anda memang bermaksud membuat foto siluet (<em>silhouette</em>)<span id="more-316"></span></p>
<ol> <strong>Sesuaikan scene mode</strong></ol>
<p>Karena tidak ada  fasilitas pengaturan speed &amp; apeture, maka maksimalkan scene program  untuk hasil terbaik:</p>
<p>Ø      Close up, untuk pemotretan obyek yang jaraknya  kurang dari 60 cm</p>
<p>Ø      Portrait, untuk pemotretan obyek tunggal atau  terpusat pada jarak normal. Mode ini menggunakan aperture terbesar yang  bisa dicapai oleh kamera handphone.</p>
<p>Ø      Sport, untuk pemotretan pada obyek bergerak. Anda  bisa menggunakan mode ini untuk ‘memaksa’ kamera menggunakan shutter  speed tinggi.</p>
<p>Ø      Landscape, untuk pemotretan dengan obyek yang  jaraknya lebih dari 200 cm. Mode ini akan menggunakan aperture terkecil  &amp; shutter speed lebih lambat.</p>
<p>Ø      Night scene jarang saya gunakan karena mode ini akan  memilih ISO tinggi yang menyebabkan timbulnya noise. Saya lebih suka  menggunakan portrait &amp; <a href="http://fotografi-dasar.blogspot.com/2010/01/tips-memotret-dengan-kamera-handphone-2.html#" target="undefined">timer</a> untuk foto malam.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_hAl7O4G5rww/S1fL-OcE2PI/AAAAAAAAAAw/SgKyGpX6Lnc/s1600-h/N95+01.jpg"></a></p>
<p><strong>Hasil foto dengan  mode close-up</strong></p>
<ol> <strong>Jarak      obyek 60-200 cm</strong></ol>
<p>Kamera handphone menggunakan sensor kecil dengan jarak lensa  ke sensor yang pendek, jadi lensa kamera ini pun memiliki jarak fokus  pendek. Efeknya, DoF akan lebar. Jarak maksimum ketajaman sesungguhnya (<em>hiperfocaI)</em> hanya 200 cm (2 m). Jadi untuk obyek-obyek  yang memerlukan pemotretan detil sebaiknya tempatkan pada jarak 60 – 200  cm.</p>
<ol> <strong>Usahakan       meredam </strong><em><strong>shake</strong></em></ol>
<p>Karena  kamera handphone sudah kita set untuk memotret pada ISO rendah, dengan  sendirinya kamera akan cenderung menggunakan shutter speed lambat yang  berkonsekuensi rawan goncangan. Untuk meredam getaran, beberapa cara  bisa dilakukan:</p>
<p>Ø      Letakkan kamera handphone di tempat yang kokoh</p>
<p>Ø      Gunakan fasilitas timer</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hAl7O4G5rww/S1fNJmoQv0I/AAAAAAAAAA4/Ck8sFSDp67M/s1600-h/N95+02.jpg"></a></p>
<p><strong>ISO rendah &amp;  shutter lambat memerlukan timer</strong></p>
<ol> <strong>Jangan       terburu-buru</strong></ol>
<p>Ini yang paling  penting. Kamera handphone biasanya memiliki respon lebih lambat dari  kamera digital, jadi JANGAN TERBURU-BURU. Bahkan ketika jari Anda  menekan tombol shutter, sebaiknya jangan buru-buru diangkat karena dapat  menyebabkan <em>shake</em> yang menimbulkan <em>blur</em>.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-handphone-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memotret Dengan Kamera Handphone</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-hp/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-hp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 03:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Kamera kelihatannya sudah merupakan kelengkapan standar untuk handphone jaman sekarang. Karena handphone sudah menjadi gadget yang wajib dibawa kapan saja, ketersediaan kamera pada handphone juga menjadi alat yang hampir selalu ada bersama kita. Problemnya, banyak yang mengeluhkan kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera handphone, Benarkah kamera handphone tidak bisa menghasilkan foto yang bagus? ini hasilnya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamera kelihatannya sudah merupakan kelengkapan standar untuk handphone  jaman sekarang. Karena handphone sudah menjadi gadget yang wajib dibawa  kapan saja, ketersediaan kamera pada handphone juga menjadi alat yang  hampir selalu ada bersama kita. Problemnya, banyak yang mengeluhkan  kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera handphone,<br />
Benarkah kamera  handphone tidak bisa menghasilkan foto yang bagus?</p>
<p>ini hasilnya:<br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UkOH-KDOI/AAAAAAAAAU8/-pBnksFHBPo/s1600-h/Camera+grip+2.jpg" onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428284750941523170" src="http://2.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UkOH-KDOI/AAAAAAAAAU8/-pBnksFHBPo/s320/Camera+grip+2.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Kamera handphone memang tidak memiliki fitur selengkap kamera digital.  Untuk memeperoleh potret yang bagus dari kamera handphone, kita harus  lebih mengenal fitur &amp; karakter kamera di handphone yang kita  gunakan. Namun demikian, kamera handphone masa kini lebih dari sekedar  jepret. Ada cukup banyak fitur yang bisa bermanfaat. Sudahkah Anda  mengetahui fitur apa saja yang ada pada kamera handphone Anda?<span id="more-309"></span></p>
<p>Cobalah untuk mendalami fitur-fitur yang tersedia di kamera handphone  Anda. Ini hasil pengamatan di handphone yang saya gunakan: Nokia N95  ternyata memiliki fitur yang cukup banyak.  Fiturnya:</p>
<ol>
<li>Mode rekaman:<br />
(1) kamera<br />
(2) video</li>
<li>Mode  pemotretan (scene Programs)<br />
(1) Auto<br />
(2) Close up<br />
(3) Portrait<br />
(4)  Landscape<br />
(5) Sport<br />
(6) Night mode<br />
(7) Night portrait</li>
<li>Mode  pencahayaan (Flash Mode)<br />
(1) Auto<br />
(2) On<br />
(3) Red eye<br />
(4)  Off</li>
<p>Hasil foto dengan mode landscape<br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UqFzQ5NKI/AAAAAAAAAVE/GbiwrAxrP8Q/s1600-h/Web+Landscape+01.jpg" onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428291205013779618" src="http://4.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UqFzQ5NKI/AAAAAAAAAVE/GbiwrAxrP8Q/s320/Web+Landscape+01.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<li>Pewaktu  (<a href="http://studiofotografi.com/about"><span style="color: blue;">Timer</span></a>)<br />
(1)  2 second<br />
(2) 2 second<br />
(3) 10 second<br />
(4) 20 second</li>
<li>Pemotretan  berurutan (Sequence Mode)<br />
(1) Single<br />
(2) Burst<br />
(3) 10 second<br />
(4)  30 second<br />
(5) 1 minutes<br />
(6) 10 minutes<br />
(7) 20 minutes<br />
(8)  30 minutes</li>
<li>Tonal warna (Color Tone)<br />
(1) Normal<br />
(2)  Vivid<br />
(3) Sephia<br />
(4) Black &amp; White<br />
(5) Negative</li>
<li>Jendela  pengamat (Viewfinder)<br />
(1) Normal<br />
(2) Show Grid</li>
<li>Kompensasi  paparan (Exposure Compensation)<br />
-2 s.d +2, 0.5 EV step</li>
<li>Penyeimbang  warna (White Balance)<br />
(1) Auto<br />
(2) Sunny<br />
(3) Cloudy<br />
(4)  Incandescent<br />
(5) Fluorescent</li>
<li>Ketajaman (Sharpness)<br />
(1)  Hard<br />
(2) Normal<br />
(3) Soft</li>
<li>Kontras (Contrast): slider</li>
<li>Kepekaan  (ISO)<br />
(1) High<br />
(2) Medium<br />
(3) Low</li>
</ol>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UuswshdjI/AAAAAAAAAVM/9D_ls9yqnsc/s1600-h/Web+An-Nuur.jpg" onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428296272385766962" src="http://4.bp.blogspot.com/_wl0Ebf4_FOU/S1UuswshdjI/AAAAAAAAAVM/9D_ls9yqnsc/s320/Web+An-Nuur.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Kamera  di N95 ini juga dilengkapi dengan autofokus &amp; digital zoom. Ketika  saya lihat fitur pada LG KG300 , ternyata fiturnya  juga cukup banyak, walaupun tidak ada autofokus &amp; flash. Artinya,  kita bisa bereksperimen cukup kreatif dengan pilihan yang tersedia.<br />
Nah,  silakan lihat fitur apa saja yangtersedia di kamera Anda, pada tulisan  selanjutnya kita akan membahas tips pemotretan dengan kamera handphone  secara lebih detil.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-memotret-dengan-kamera-hp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips &#8211; Memaksimalkan Kamera Poket</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-maksimalkan-kamera-poket-anda/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-maksimalkan-kamera-poket-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 00:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/2010/04/tips-memaksimalkan-kamera-poket/</guid>
		<description><![CDATA[Ken Rockwell : &#8220;Tidak ada masalah, apapun jenis kamera yang Anda pakai&#8221; Anda berhak &#38; bisa membuat foto yang bagus jika Anda mengerti apa yang ada pada kamera dan bagaimana memaksimalkannya. Cara Maksimalkan Kamera Poket: Gunakan ISO rendah Sebaiknya gunakan ISo 100 atau 200. Batas maksimalnya adalah ISo 400. Di atas itu noise-nya naudzubillah Matikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ken Rockwell : <strong>&#8220;Tidak ada masalah, apapun jenis kamera yang  Anda pakai&#8221;</strong><br />
Anda berhak &amp; bisa membuat foto yang bagus jika Anda mengerti apa  yang ada pada kamera dan bagaimana memaksimalkannya.</p>
<p>Cara Maksimalkan Kamera Poket:</p>
<ol>
<li><strong>Gunakan ISO rendah</strong><br />
Sebaiknya gunakan ISo 100 atau 200. Batas maksimalnya adalah ISo 400. Di  atas itu noise-nya <em>naudzubillah</em><strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Matikan digital zoom</strong><br />
Jika memang diperlukan resizing untuk mendapat gambar yang lebih besar,  hasil resizing di Photoshop akan lebih bagus<strong><span id="more-303"></span><br />
</strong></li>
<li><strong>Gunakan program scene yang sesuai</strong><br />
Mungkin tidak tersedia Priority atau manual Setting di kamera Anda, jadi  sesuaikan saja Program Scene-nya. <strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Sesuaikan White Balance dengan cahaya yang tersedia</strong><br />
White balance yang tidak tepat akan menghasilkan tonal warna yang tidak  sesuai dan kadang aneh. <strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Gunakan mode macro pada obyek dekat</strong><br />
Mode ini ditandai dengan gambar bunga, biasanya memiliki tombol khusus,  jadi manfaatkan saja. tanpa mode ini, obyek jarak dekat (kurang dari 50  cm) akan tampil blur<strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Pastikan obyek mendapat </strong><strong>cahaya yang </strong><strong>cukup </strong><br />
Peran cahaya sangat penting karena Anda memakai ISO rendah. Jadi  dapatkan cahaya seterang mungkin, jika perlu gunakan <a href="http://www.blogger.com/%3C/p%3E%3Ctable%20x:str="> </a>flash atau mini studio box</li>
<li><strong>Potret sebanyak-banyaknya dan jangan ragu bertanya</strong></li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-foto-maksimalkan-kamera-poket-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan- Kesalahan Fotografer Pemula</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/kesalahan-kesalahan-fotografer-pemula/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/kesalahan-kesalahan-fotografer-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 00:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[*) oleh Arbain Rambey (pewarta foto KOMPAS) Pada zaman kamera masih memakai film dan belum menggunakan rangkaian pembantu elektronik, untuk bisa memotret dengan baik, diperlukan pemahaman teori fotografi yang matang. Secara umum, teori fotografi ini melingkupi cara kerja rana dan diafragma pada kamera, pemahaman akan panjang fokal lensa, pemahaman akan kepekaan rekam film serta pemahaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) oleh Arbain Rambey (pewarta foto KOMPAS)</p>
<p>Pada zaman kamera masih memakai  film dan belum menggunakan rangkaian pembantu elektronik, untuk bisa  memotret dengan baik, diperlukan pemahaman teori fotografi yang matang.  Secara umum, teori fotografi ini melingkupi cara kerja rana dan  diafragma pada kamera, pemahaman akan panjang fokal lensa, pemahaman  akan kepekaan rekam film serta pemahaman akan komposisi.</p>
<p>Pada era digital, sebagian besar  teori fotografi sudah diambil alih “komputer” pada kamera. Namun, pada  era digital pula makin banyak kesalahan baru yang timbul.  Kesalahan-kesalahan baru ini timbul karena realitas elektronik dan  digital yang juga barang baru di muka bumi ini.<span id="more-298"></span></p>
<p>Perusahaan Panasonic telah melakukan  survei atas kesalahan-kesalahan pemula yang hasilnya sebagai berikut:</p>
<p>Kesalahan tertinggi pada pemakai  kamera digital, yaitu sampai 35,2 persen, adalah baterai habis. Kamera  digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Maka, kamera  digital yang laris umumnya punya baterai yang awet, minimal bisa untuk  500 kali pemotretan.</p>
<p>Kesalahan pemula yang menduduki  peringkat kedua adalah gambar kabur akibat kamera bergoyang saat  digunakan, yaitu mencapai 29,3 persen. Goncangan kamera alias camera  shake memang kesalahan pemakai. Namun, kamera yang baik akan  meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana  yang lebih tinggi.</p>
<p>Gambar  kabur akibat goyangan subyek yang difoto juga mendominasi hasil survei,  yaitu dengan 22,7 persen. Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah  memperkirakan kecepatan rananya.</p>
<p>Untuk dua kesalahan tersebut,  perusahaan Panasonic telah mengatasinya dengan fasilitas ISO otomatis  dalam kamera-kamera terbaru mereka. Dengan fasilitas ini, sebuah kamera  akan menaikkan setelan ISO kalau mendeteksi kemungkinan adanya goyangan.  Dengan naiknya ISO, otomatis kecepatan rana ikut naik.</p>
<p>Kesalahan pemula yang persentasenya  menduduki nomor tiga adalah terlambatnya memotret adegan akibat  kelambatan sang kamera bereaksi. Hal ini lazim disebut time lag, yaitu  jeda antara saat rana ditekan dan saat kamera bereaksi. Mungkin time lag  adalah masa lalu karena saat ini kamera yang beredar umumnya sudah  punya reaksi cepat.</p>
<p>Kesalahan yang juga cukup tinggi  terjadinya, dengan persentase 16,8 persen, adalah salah fokus. Kesalahan  ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang nun jauh  di sana. Oleh Panasonic, kesalahan ini dieliminasi lewat kemampuan  kamera mencari fokus ke wajah manusia terdekat alias fasilitas  face  detection.</p>
<p>Kesalahan-kesalahan  lain hasil survei adalah foto terlalu gelap (19,3 persen), memori penuh  (16,5 persen), foto terlalu terang (12,2 persen), salah white balance  (6,8 persen), salah penyetelan piksel (10 persen), salah kecepatan rana  (5,4 persen), dan salah ISO (3,7 persen).</p>
<p>Di masa mendatang, kalau semua  kesalahan sudah bisa diatasi, mungkin siapa pun bisa menghasilkan foto  yang bagus secara teknik.</p>
<p>Namun, kembali ke realita bahwa foto  bukanlah matematika, foto bagus atau foto buruk secara isi akan terjadi  karena faktor ini tidak bisa digantikan komputer seperti apa pun.</p>
<p>Fotografi memang sudah menjadi  realita kehidupan modern, bukan lagi hobi atau profesi semata.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/kesalahan-kesalahan-fotografer-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Berburu Kamera Digital</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-berburu-kamera-digital/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-berburu-kamera-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 00:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/2010/04/tips-berburu-kamera-digital/</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh berbagai merk kamera digital yang kadang membuat kita bingung. Nah, bagaimana caranya agar kita tidak salah pilih? Berikut tips untuk memilih kamera digital. Resolusi Sesuaikan resolusi dengan kebutuhan. Untuk mengirim foto via e-mail, resolusi 640×480 sudah memadai. Untuk mencetak hasilnya, pilih resolusi yang lebih besar hingga gambar tidak pecah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh berbagai merk kamera digital yang kadang membuat kita bingung. Nah, bagaimana caranya agar kita tidak salah pilih? Berikut tips untuk memilih kamera digital.</p>
<p>Resolusi<br />
Sesuaikan resolusi dengan kebutuhan. Untuk mengirim foto via e-mail, resolusi 640×480 sudah memadai. Untuk mencetak hasilnya, pilih resolusi yang lebih besar hingga gambar tidak pecah dan buram.</p>
<p>Fitur-fitur pendukung<br />
Pastikan kamera digital memiliki memori tambahan, optical dan digital zoom. jika dibutuhkan, pilih juga kamera dengan fasilitas cropping, self timer dan rechargeable battery.<span id="more-296"></span></p>
<p>Integrated flash<br />
Perhatikan apakah kamera digital memiliki lampu kilat yang terintegrasi, otomatis, dengan night mode, dan dapat mengurangi efek mata merah.</p>
<p>LCD<br />
Pilih LCD dengan resolusi yang cukup besar untuk warna lebih natural. Pastikan juga ukuran layar tidak terlalu kecil untuk gambar lebih optimal.</p>
<p>Koneksi<br />
Pilih kamera yang dapat terhubung dengan perangkat digital lainnya seperti TV, printer, PC, atau Mac. Perhatikan juga ketersediaan kabel USB agar anda dapat mencetak gambar dari perangkat lain.</p>
<p>Kalkulasi harga<br />
Kalkulasikan harga perangkat pendukung lainnya seperti baterai isi ulang dan adapter AC.</p>
<p>Waktu operasi<br />
Pilih kamera digital yang tidak butuh waktu lama setelah pengambilan gambar.</p>
<p>Harga dan garansi<br />
Lakukan riset mengenai harga sebelum membeli. Jangan lupa untuk memperhatikan garansi.</p>
<p>Selamat berburu <img src='http://studiofotografi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/04/tips-berburu-kamera-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/03/sekilas-tentang-komposisi-dalam-fotografi/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/03/sekilas-tentang-komposisi-dalam-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/sekilas-tentang-komposisi-dalam-fotografi/</guid>
		<description><![CDATA[*) oleh Jessica Helena Wuysang, Maya Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bidik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) oleh Jessica Helena Wuysang, Maya</p>
<p>Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bidik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.<span id="more-237"></span></p>
<p>Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila dibutuhkan mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.</p>
<p>Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.</p>
<p>* Garis<br />
Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.<br />
* Shape<br />
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.<br />
Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.<br />
* Form<br />
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.<br />
* Tekstur<br />
Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.<br />
Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.<br />
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.<br />
* Patterns<br />
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.<br />
Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.</p>
<p>Dengan mempelajari prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis yang dapat anda gunakan :</p>
<p>* Rule of thirds<br />
Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.<br />
* Format : Horizon atau Vertikal<br />
Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.<br />
* Keep it simple<br />
Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ?ramai? sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.<br />
* Picture scale<br />
Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.<br />
* Horizons<br />
Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.<br />
* Leading lines<br />
Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk :<br />
Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.<br />
* Be different<br />
Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.<br />
* Colour<br />
Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.<br />
* Framing<br />
Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.<br />
* Shooting position<br />
Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.<br />
* Number of subject<br />
Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang? berbeda? diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.</p>
<p>dari fotografer.net</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/03/sekilas-tentang-komposisi-dalam-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Rahasia Foto Bagus</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/03/kursus-fotografi-jakarta-mengungkap-rahasia-foto-bagus/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/03/kursus-fotografi-jakarta-mengungkap-rahasia-foto-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[*) oleh Huda M Elmatsani Tulisan ini merupakan saduran dari artikel di photosecrets.com, aku menyukainya dan lebih suka membacanya dalam bahasa sendiri, dengan gaya sendiri. Awalnya aku publikasikan di thread forum, namun untuk kemaslahatan bersama aku pindahkan ke halaman artikel. Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagiku dan pemula lainnya, dan bagi para senior yang fotonya tentu bagus-bagus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) oleh Huda M Elmatsani</p>
<p><em>Tulisan ini merupakan saduran dari artikel di photosecrets.com, aku menyukainya  dan lebih suka membacanya dalam bahasa sendiri, dengan gaya sendiri. Awalnya aku  publikasikan di thread forum, namun untuk kemaslahatan bersama aku pindahkan ke  halaman artikel. Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagiku dan pemula lainnya,  dan bagi para senior yang fotonya tentu bagus-bagus, aku minta maaf, karena sebagian  rahasia anda menjadi tidak rahasia lagi. Tetapi tentu saja, tanpa latihan dan  usaha yang gigih, artikel ini hanya akan menjadi kisah nyata yang biasa kita baca  di surat kabar. </em></p>
<p><strong>Kita punya teman bernama fotografi</strong>, teman sempurna dalam berpergian, dinas ke  daerah, ziarah, piknik, mudik atau mendaki bukit. Fotografi bikin kita percaya  diri jelajahi tempat yang kita kunjungi, orang-orang yang kita jumpai; fotografi  bikin perjalanan jadi lebih berarti, dan bersamanya kita nikmati asyiknya mencintai  seni. Fotografi membuat kita lebih bersyukur atas anugerah penglihatan dan kesempatan  melihat tanda-tanda keagungan Ilahi. Nikmat yang tak dapat diukur dan ditakar.<span id="more-232"></span></p>
<p><strong>Fotografi menjadi alasan kuat</strong> <strong>untuk aktivitas kita</strong>, pergi mengunjungi berbagai tempat yang sebelumnya  tak punya niat, pulang telat, membeli alat, dst. Hasrat membara untuk dapatkan  bidikan yang mantap mendorong kita  bersusah payah mengeksplore sebuah tempat hingga semak belukar, memutar-mutari  apa yang akan kita ambil gambarnya, mencari-cari sudut pengambilan untuk menemukan  keunikan dan keindahan yang tak terlupakan, kadang pencarian ini juga beresiko  fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan nalar.</p>
<p><strong>Menemukan viewpoint terbaik adalah perisitiwa besar</strong>, jantung anda berdebar, lama mata anda  menatapnya dengan berbinar, anda mungkin berpikir, apakah ini waktu yang tepat  untuk mengambil  gambar, anda mungkin akan mendirikan tenda dan menunggu moment terbaik dari waktu  ke waktu, dari fajar hingga asar, dari Maret hingga Desember. Anda menjadi seorang  yang ulet dan sabar.<br />
<strong><br />
Ketika anda menekan shutter release</strong>, anda mengikat sebuah jalinan pribadi yang  manis dengan tempat dan orang-orangnya. Anda di sana . Fotografi melindungi kenangan  perjumpaan anda dengan apa yang ada di dalamnya. Lalu kita perlihatkan kepada  yang lain tentang tempat dan suasana yang menarik di mana kita pernah di sana  , pemandangan yang menakjubkan, orang-orang yang mengagumkan. Jiwa anda pun tergambar.</p>
<p><strong>Gambar-gambar suka mempengaruhi pikiran kita</strong>, suka menggoda kita, memaksa kita  untuk bermain di dalamnya atau berimajinasi dengannya. Foto-foto yang kita buat  dapat mendorong orang lain untuk ingin mengalami sendiri keindahan atau keasyikan  yang disajikan foto tersebut. Tentu saja, foto pemandangan yang indah dan model  yang seksi akan membangkitkan keinginan dan imajinasi yang berbeda. Keinginan  yang timbul tanpa sadar.</p>
<p><strong>Siapa saja bisa menjadi anggota fotografer.net</strong>. Artinya siapa saja bisa memotret.  Dengan tambahan pikiran kreatif dan usaha yang tak kenal surut, anda dapat menciptakan  gambar hebat yang menunjukkan kreasi dan interpretasi anda terhadap apa yang anda  lihat dan jepret. Memang kecepatan dan percepatan pencapaian tiap orang akan berbeda,  satu bisa terkejar yang lain, tetapi tak apa itu wajar. Tak usah gusar.</p>
<p><strong>Untungnya, bagus tak perlu mahal</strong>, foto bagus bisa dibuat dengan peralatan minimalis  dan sedikit pengetahuan data teknis. Rahasianya adalah melihat secara artistik  dan kritis. The art of seeing. Bisikanlah pertanyaan ini di dalam hati: Apa yang  saya lihat, dan bagaimana saya melihatnya? Sebuah foto bagus punya kualitas yang  menunjukkan keahlian, rasa seni, ketertarikan, dan kepribadian dari fotografernya.  Maka kita bisa tahu foto bagus siapa. Tapi tak bisa tahu foto jelek siapa, tanya  kenapa?<br />
<strong><em>Apa yang Membuat Foto Bagus?</em> </strong></p>
<p>Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (?Inilah  Danau Toba?), kesan (?Suasana Senja di Danau Toba?), atau ungkapan emosi (?Jatuh  Cinta di Danau Toba?). Pesan yang bagusadalah pesan yang jelas, tegas dan efektif.  Tapi bagaimana?</p>
<p>Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja  berupa seorang yang anda kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek  adalah pusat POI dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan  dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context  memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah  kombinasi dua elemen ? subjek dan context, foreground dan background ? yang menceriterakan  pesan tersebut.</p>
<p>Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan,  kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang  bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah  duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita  menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar  POI ? biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk  mendapatkan viewpoint yang lebih baik ? dan membuat bidikan yang jelas dan bersih.  Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan ? menambahkan apa yang dia  lukis ? sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan ? mengurangi  bagian-bagian yang tidak perlu.</p>
<p><em>Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:<br />
&#8220;Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain.&#8221;<br />
</em></p>
<p><em><strong>Apa yang Membuat Foto Luar Biasa? </strong></em></p>
<p>Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may  say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: ?Wow!?</p>
<p>Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan  emosi. Bob Krist menyebutnya ?The Spirit of Place.? Anda juga dapat menggunakan  trik-trik gamblang untuk membuat terpesona pengunjung galeri foto anda. Mari kita  lihat bagaimana caranya.</p>
<p>Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata  kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks.  Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata  kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya  pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang  mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka  tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah  bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut?  Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala  dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya,  seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen  yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.</p>
<p>Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang,  hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku,  garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan  halus bentuk tiga dimensinya. Anda, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini  semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue.  Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?</p>
<p>Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan.  Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan?  Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat  kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata  kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan  detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan  satu sama lain dari semuanya itu?</p>
<p>Sebagai seniman, anda dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the  art anda. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen  lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang anda butuhkan, dan  apa yang terbaik untuk menegaskan pesan anda.</p>
<p><em>Resep untuk foto luar biasa adalah:<br />
?Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan?.<br />
</em></p>
<p><em><strong>Apa yang Membuat Foto Eye-Catching? </strong></em></p>
<p>Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4  kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.</p>
<p><strong>Kesederhanaan</strong> : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni  mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya  pada semangat komposisi secara keseluruhan.<br />
Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:</p>
<ul>
<li>kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik</li>
<li>memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom</li>
<li>anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop</li>
</ul>
<p><strong>Warna</strong> : Untuk menciptakan dampak pada foto anda adalah dengan mencari corak warna  yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya  dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci ? cobalah untuk mengurangi jumlah  dan tipe warna dalam bidikan anda untuk lebih memberikan dampak. Secara umum,  sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan  hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan  ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan  hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.</p>
<p>Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan  filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan  area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama  anda. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu  terbaik sesuai dengan maksud foto anda:</p>
<blockquote><p><strong>jam 5 : Fajar :</strong> warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan  pemandangan.</p>
<p><strong>jam 6 : Sunrise :</strong> Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.</p>
<p><strong>jam 10 ? 14 : Tengah hari :</strong> tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung  dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.</p>
<p><strong>jam 14 ? 16 : Sore hari :</strong> Langit biru dengan polarizer.</p>
<p><strong>jam 16 ? 18 : Senja hari : </strong>Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu  terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.</p>
<p><strong>jam 18 ? 18.30 : Sunset :</strong> Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.</p>
<p><strong>jam 18.30 ? 19.30 : Magrib</strong> : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit  masih nampak keunguan.</p></blockquote>
<p><strong>Cahaya </strong>: Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan  cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai  foto seindah di ?National Geographic?, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan  ? muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut ?magic hours? di kalangan  fotografer. Coba lihat lagi rincian dari waktu-waktu terbaik di atas.</p>
<p><strong>Kedalaman</strong> : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan  DOF, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.</p>
<p><em><br />
Mudah-mudahan, dengan mengamalkan penjelasan-penjelasan yang ada di dalam artikel  ini, aku dan rekan-rekan yang lain bisa membuat foto yang lebih baik. Aamien.</em></p>
<p>dari Fotografer.net</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/03/kursus-fotografi-jakarta-mengungkap-rahasia-foto-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips dan Ragam Pencahayaan dalam Fotografi</title>
		<link>http://studiofotografi.com/2010/02/tips-dan-ragam-pencahayaan-dalam-fotografi-4/</link>
		<comments>http://studiofotografi.com/2010/02/tips-dan-ragam-pencahayaan-dalam-fotografi-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 14:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novalramsis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya pagi hari]]></category>
		<category><![CDATA[diagfragma]]></category>
		<category><![CDATA[kamera saku digital]]></category>
		<category><![CDATA[memotret]]></category>
		<category><![CDATA[pencahayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://studiofotografi.com/isi/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam fotografi, pengaturan pencahayaan merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan. Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed). Jika pada kamera saku digital terdapat fasilitas shooting mode manual, maka pengaturan diafragma dan kecepatan diatur oleh si pemotret. Dengan pengaturan pencahayaan dengan shooting mode manual ini kebutuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dalam fotografi, pengaturan pencahayaan merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan. Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed).</p>
<p>Jika pada kamera saku digital terdapat fasilitas shooting mode manual, maka pengaturan diafragma dan kecepatan diatur oleh si pemotret. Dengan pengaturan pencahayaan dengan shooting mode manual ini kebutuhan pencahaaan yang didapat biasanya lebih tepat dibandingkan dengan pengaturan shooting mode secara otomatis.</p>
<p><strong>1. Over Exposure</strong><br />
Yang dimaksud over exposure adalah pencahayaan yang berlebih. Penyebar kelebihan pencahayaan ini adalah pengaturan aperture dengan shutter speed yang tidak sesuai. Jika dilihat di garis matering, posisi jarum matering berada di areal plus (+). Akibat dari kelebihan pencahayaan, foto yang dihasilkan tampak didominasi warna putih/terang.</p>
<p>Ada yang menyebut kelebihan pencahayaan ini dengan istilah harz. Over exposure juga bisa disebabkan oleh sambaran lampu kilat yang terlalu kuat/ Hal ini bisa terjadi jika jarak antara obyek dengan lampu kilat (flash) terlalu dekat atau si pemotret terlalu penuh mengatur output flash.</p>
<p><strong>2. Under Exposure</strong><br />
Kebalikan dari over exposure, adalah kekurangan pencahayaan. Penyebabnya pun sama, tidak sesuainya pengaturan shutter speed dan aperture (-). Under exposure biasanya juga disebabkan oleh sambaran flash yang terlalu lemah. Hal ini bisa terjadi jika jarak antara objek dengan flash terlalu jauh atau si pemotret terlalu minim mengatur output flash.<span id="more-204"></span></p>
<p><strong>3. Cahaya dari Depan Objek</strong><br />
Memotretlah dengan keadaan objek menghadap sinar, bukan pemotret yang menghadap sinar. Cahaya yang datang dari depan objek akan menyinari tubuh secara merata. Wajah objek tampak jelas. Jika pada sebagian wajah objek ada sedikit bayangan (shadow), hal ini tidak mengurangi hasil foto, justru menambah nuansa foto.</p>
<p><strong>4. Cahaya dari Belakang Objek</strong><br />
Saat memotret objek di luar ruangan (outdoor) sebaiknya menghindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Pemotretan dengan menantang matahari, tubuh objek akan tampak gelap. Apalagi jika kondisi matahari terlalu kuat maka seluruh objek akan tampak hitam. Hasil foto seperti ini bisa menghasilkan foto siluet.</p>
<p><strong>5. Cahaya Pagi Hari</strong><br />
Memotret objek dengan memanfaatkan pencahayaan di pagi hari sangat disarankan. Pasalnya, cahaya pagi hari akan menghasilkan tonal warna yang lembut. Hasil foto yang didapatkan relatif bagus, baik objek landscape (pemandangan) maupun objek manusia.</p>
<p><strong>6.Cahaya Siang Hari</strong><br />
Memotret objek pada siang hari sangat tidak disarankan karena sifat pencahayaan yang terlalu kuat sehingga foto yang dihasilkan cenderung over exposure, meskipun pengaturan aperture dan shutter speed sudah sesuai.</p>
<p><strong>7. Cahaya Sore Hari</strong><br />
Pemanfaatan cahaya sore hari sangat dianjurkan dalam pemotretan. Sifat pencahayaan pada sore hari sama dengan pagi hari. Apalagi saat intensitas cahaya matahari sedikit berkurang, pada pukul 16.00 ke bawah.</p>
<p><strong>8. Cahaya Malam Hari</strong><br />
Pemanfaatan cahaya pada malam hari sebenarnya memanfaatkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu sebagai cahaya luar. Jangan terlalu mengandalkan flash karena hasilnya nanti akan tidak alami. Untuk menyiasatinya, pemotret bisa menggunakan shutter speed rendah tanpa tambahan lampu flash. Sayangnya, shutter speed yang rendah akan membuat foto menjadi tidak maksimal, maka dari itu, untuk mengatasinya pemotret bisa dibantu dengan penggunaan tripod.</p>
<p>Disarankan untuk memotret pagi hari pada jam 06.00 &#8211; 09.00 dan sore hari pada pukul 16.00 &#8211; 18.00. Pasalnya, dalam waktu-waktu tersebut terdapat pencahayaan yang paling baik.</p>
<p>sumber Okezone</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://studiofotografi.com/2010/02/tips-dan-ragam-pencahayaan-dalam-fotografi-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

